Welcome

Selasa, 19 Juni 2012

Konsep Dasar Mengajar

 Konsep Dasar Mengajar 
 
    1. Mengajar Sebagai Proses Menyampaikan Materi Pelajaran
        Kata “teach” atau mengajar berasal dari bahasa Inggris kuno, yaitu teacan. Kata ini berasal dari bahasa Jerman kuno (Old Teutenic), taikjan, yang berasal dari kata dasar teik, yang berarti memperlihatkan. Kata tersebut juga dalam bahasa Sanskerta, dic, yang dalam bahasa Jerman kuno dikenal dengan deik. Istilah mengajar (teach) juga berhubungan dengan token yang berarti tanda atau symbol. Kata token juga berasal dari Bahasa Jerman kuno, taiknom, yaitu pengetahuan dari taikjan. Dalam bahasa Inggris kuno teacan secara berarti to teach (mengajar). Dengan demikian, token dan teach secara historis memiliki keterkaitan. To teach (mengajar) dilihat dari asal usul katanya berarti memperlihatkan sesuatu kepada seseorang melalui tanda atau simbol, penggunaan tanda atau simbol itu dimaksudkan untuk membangkitkan atau menumbuhkan respons mengenai kejadian, seseorang, observasi, penemuan dan lain sebagainya.
        Secara deskriptif mengajar diartikan sebagai proses penyampain informasi atau pengetahuan dari guru kepada siswa. Proses penyampain itu sering juga dianggap sebagai proses mentransfer ilmu. Dalam konteks ini, mentransfer tidak diartikan dengan memindahkan, seperti misalnya mentransfer uang. Apakah mengajar juga demikian? Apakah ilmu pengetahuan yang di miliki seorang guru,akan menjadi berkurang setelah dilakukan proses mentransfer? Tidak, bukan? Bahkan mungkin saja ilmu yang dimiliki guru akan semakin bertambah. Nah, kata oleh sebab itu kata mentransfer dalam konteks ini diartikan sebagai proses menyebarluaskan.Untuk proses mengajar, sebagai proses menyampaikan pengetahuan,  akan lebih tepat jika diartikan dengan menanamkan ilmu pengetahuan seperti yang dikemukakan Smith (1987) bahwa mengajar adalah menanamkan pengetahuan atau keterampilan (teaching imparting knowledge or skill).

        Sebagai proses menyampaian atau menanamkan ilmu pengetahuan, maka mengajar mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut:
a.       Proses pengajaran berorientasi pada guru (teacher centered).
              Dalam kegiatan belajar mengajar, guru memegang peran yang sangat penting. Guru menentukan segalanya. Oleh karena  begitu pentingnya peran guru, maka biasanya proses pengajaran hanya akanberlangsung manakalah ada guru, dan tak mungkin ada proses pembelajaran tanpa guru. Sehubungan dengan proses pembelajaran yang berpusat pada guru, maka minimal ada tiga peran utama yang harus dilakukan guru, yaitu guru sebagai perencana, sebagai penyampai informasi, dan guru sebagai evaluator. Dalam melaksanakan perannya sebagai informasi, sering guru mengunakan metode ceramah sebagai metode utama. Sebagai evaluator guru juga berperan dalam menentukan alat evaluasi keberhasilan pengajaran. Biasanya criteria keberhasilan proses pengajaran diukur dari sejauh mana siswa dapat menguasai materi pelajaran yang disampaikan guru.

b.      Siswa sebagai objek belajar.
            Konsep mengajar sebagai proses menyampaikan materi pelajaran menempatkan siswa sebagai objek yag harus menguasai materi pelajaran. Peran siswa adalah sebagai penerima informasi yang diberikan guru. Jenis informasi dan pengetahuan yang harus dipelajari kadang-kadang tidak berpijak dari kebutuhan siswa,akan tetapi berangkat dari pandangan apa yang menurut guru dianggap baik dan bermanfaat.
            Sebagai objek belajar,kesempatan siswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan minat dan bakatnya, bahkan untuk belajar sesuai dengan gayanya,sangat terbatas. Sebab dalam proses pembelajaran segalanya diatur dan ditentukan oleh guru.

c.       Kegiatan pengajaran terjadi pada tempat dan waktu tertentu.
            Proses pengajaran berlangsung pada tempat tertentu,misalnya terjadi di dalam kelas dengan penjadwalan yang ketat,sehingga siswa hanya belajar manakalah ada kelas yang telah didesain sedemikian rupa sebagai tempat belajar. Sering proses pengajaran terjadi sangat formal. Demikian juga halnya dengan waktu yang diatur sangat ketat. Misalnya,manakalah waktu belajar suatu materi pelajaran tertentu telah habis, maka segera siswa akan belajar materi lain sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan. Cara mempelajari nya pun seperti bagian-bagian yang terpisah, seakan-akan tak ada kaitannya antara materi pelajaran yang satu dengan yang lain.

d.      Tujuan utama pengajaran adalah penguasaan materi  pelajaran.
            Keberhasilan suatu proses pengajaran diukur dari sejauh mana siswa dapat menguasai mata pelajaran yang disampaikan guru. Materi pelajaran itu sendiri adalah penguatan yang bersumber dari mata pelajaran yang diberikan di sekolah. Oleh karena kriteria keberhasilan ditentukan oleh penguasaan materi pelajaran, maka alat evaluasi yang digunakan biasanya adalah tes hasil belajar tertulis (paper and pencil test) yang dilaksanakan secara periodik.

2.  Mengajar Sebagai Proses Mengatur Lingkungan
     Pandangan lain mengajar dianggap sebagai proses mengatur lingkungan dengan harapan agar siswa belajar. Dalam konsep ini yang penting adalah belajarnya siswa. Yang penting dalam mengajar adalah proses mengubah perilaku. Dalam konteks ini mengajar tidak ditentukan lamanya serta banyaknya materi yang disampaikan, tetapi dari damoak proses pembelajaran itu sendiri. Bisa terjadi guru hanya beberapa menit saja di muka kelas, namun dari waktu yang sangat singkat itu membuat siswa sibuk melakukan proses belajar, itu sudah dikatakan mengajar.
Terdapat beberapa karakteristik dari konsep mengajar sebagai proses mengatur lingkungan itu.
a.       Mengajar berpusat pada siswa (Student Centered)
                        Mengajar tidak ditentukan oleh selera guru, akan tetapi sangat ditentukan oleh siswa itu sendiri. Siswa tidak dianggap sebagai objek belajar yang dapat diatur dan dibatasi oleh kemauan guru, melainkan siswa ditempatkan sebagai subjek yang belajar sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan yang dimilikinya. Oleh sebab itu, materi apa yang harus dipelajari dan bagaimana cara mempelajarinya tidak semata-mata ditentukan oleh keinginan guru, tetapi memerhatikan setiap perbedaan siswa.

b.      Siswa  sebagai Subjek Belajar
                        Dalam konsep mengajar sebagai proses mengatur lingkungan,siswa tidak dianggap sebagai organism yang pasif yang hanya sebagai penerima informasi, akan tetapi dipandang sebagai organism yang aktif, yang memiliki potensi untuk berkembang. Mereka adalah individu yang memiliki kemampuan dan potensi.

c.        Proses Pembelajaran Berlangsung di Mana Saja
                        Sesuai dengan karakteristik pembelajaran yang berorientasi kepada siswa, maka proses pembelajaran bisa terjadi di mana saja. Kelas bukanlah satu-satunya tempat belajar siswa. Siswa dapat memanfaatkan berbagai tempat belajar sesuai dengan kebutuhan dan sifat materi pelajaran.

d.      Pembelajaran Berorientasi pada Pencapaian Tujuan
                        Tujuan pembelajaran bukanlah penguasaan materi pelajaran, akan tetapi proses untuk mengubah tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Untuk itu metode dan strategi yang digunakan guru tidak hanya sekedar metode ceramah, tetapi mengunakan berbagai metode, seperti diskusi, penugasan, kunjungan ke objek-objek tertentu dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar